Aksi Masyarakat Demo PT Vale, Perlu Diapresiasi demi Kelestarian Lingkungan

Sebuah Catatan dari LSM Aktivis Pembela Arus Bawah di Belopa Kab. Luwu 12 Agustus 2014.  Oleh : Rahmat K Foxchy (Pemerhati Lingkungan)

vale5Bahwa sekecil apapun namanya skala dunia usaha pertambangan, maka sudah dapat dipastikan akan menimbulkan dampak terhadap kerusakan lingkungan. Kendati itu adalah jenis tambang golongan C.

Di dunia barat yang masyarakatnya adalah sangat sadar dengan kelestarian lingkungan. Walau itu namanya jenis tambang pasir, tidak terlepas menuai sorotan publik yang dimotori oleh para aktivis lingkungan. Karena begitu pentingnya lingkungan terhadap kemasyalahan peradaban.

Jauh sangat berbeda di negara kita ini, dimana masyarakat adalah masih sangat rendah rasa kepeduliannya terhadap lingkungan. Sementara sistem penegakan hukum terkait dengan kasus-kasus lingkungan adalah masih cenderung prematur jika diperhadapkan dengan kalangan investor besar.

Apabila namanya jenis pertambangan mineral seperti nikel, tentunya adalah sangat tidak terlepas menimbulkan permasalahan serius terhadap lingkungan. Sedangkan isu-isu lingkungan, terkait dengan keberadaan pertambangan nikel PT. Vale Indonesia, rupanya sudah menjadi perhatian serius kalangan aktivis lingkungan nasional selama ini.

Bahwa munculnya gerakan aksi demonstrasi masyarakat Desa Lampia dan Desa Pasi Pasi di Kecamatan Malili, akibat pencemaran laut yang diduga dilakukan PT. Vale Indonesia dari semenjak 2009 . Hal yang sangat patut untuk diaprsiasi atas munculnya kesadaran masyarakat terhadap upaya-upaya perlindungan lingkungan di wilayahnya.

Adapun aksi demonstrasi masyarakat dari kedua desa di Kabupaten Luwu Timur beberapa waktu yanag lalu itu. Disebutkan bahwa masyarakat memblokir jalan masuk ke Mangkasa Point, lokasi pelabuhan milik PT Vale Indonesia. Aksi demonstrasi yang sudah digelar selama dua hari.

Hal tersebut lantaran PT. Vale Indonesia diduga menumpahkan minyak ke laut, sehingga nelayan sangat mengalami kerugian untuk mendapatkan tangkapan ikan. Mengenai peristiwa dugaan pencemaran laut ini, telah menjadi sorotan di berbagai media. Jadi tidak ada alasan kasus ini untuk tidak diproses tuntas secara hukum.

Pihak PT Vale Indonesia, mestinya menyadari atas tindakannya, mengakibatkan masyarakat nelayan di kedua desa tersebut, sehingga melakukan aksi demonstrasi. Jadi gerakan aksi demonstrasi masyarakat tersebut, tidak terlepas dari bentuk perjuangan terhadap kemaslahatan peradaban demi kelangsungan hidup umat manusia.

Sedangkan kerugian yang dialami oleh PT Vale Indonesia terkait dengan aksi demo ini, tidaklah sebanding dugaan pelanggaran yang dilakukannya. Sebab tidak hanya ikan yang mati tapi jenis-jenis biota laut lainnya pun ikut mati, tentunya cukup berpengaruh terhadap fenomena tentang gejala-gejala perubahan iklim.

Mungkin argumentasi ini adalah sangat berlebihan, tapi jelasnya jika dugaan pengrusakan lingkungan terus dibiarkan maka akan semakin memperparah dan memperluas pencemaran laut. Bukankan akibat faktor kerusakan lingkungan telah menimbulkan fenomena kerusakan alam yang berdapak terhadap tragedi kemanusiaan di berbagai belahan dunia.

Apakah rasa ketakutan umat manusia tentang gejala-gejala global warning (pemanasan global), bukan karena faktor kerusakan lingkungan. Untuk itu maka aksi masyarakat yang demo PT Vale Indonesia, perlu diapresiasi demi kelestarian lingkungan.

Sudah barang tentu bagi pelaku pengrusakan terhadap lingkungan, baik secara corporate maupun secara individu. Jadi tidak ada alasan kasus tumpahan minyak di perairan Lampia tersebut untuk tidak diusut tuntas secara hukum. (TIM)

Iklan

Berikan Komentar Anda Tentang Berita Ini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s