Proses Pemilihan Direksi PDAM Bantaeng Sarat Skenario

pdamSuhu Indonesia, Bantaeng – Tak ada kata lain bagi perusahan yang bergerak bidang jasa faktor Pelayanan menjadikan Indikator utama dalam memajukan perusahaan tersebut, inilah fenomena yang lagi hangat sekitar sebulan ke depan masyarakat Bantaeng akan mengetahui Dirut Baru PDAM.

Sejak dibukanya Pendaftaran calon Direksi PDAM Bantaeng, banyak spekulasi bergulirnya momen tersebut, tak ketinggalan rakyat jelata ikut prihatin jikalau dalam pemilihan tersebut ternodai dengan terpilihnya Direktur titipan politik dan kepentingan.

Pada seleksi tersebut terdapat enam (6) Putra-Putra terbaik Bantaeng sehingga mutu pelayanan lebih manusiawi sehingga selogan tentang pelayanan prima betul-betul bisa dinikmati oleh pelanggan. Bertempat di Sekretariat DPD Pemuda LIRA, Rusli menghimbau pada panitia untuk objektif dalam memilih bakal Direksi PDAM dan transparan sehingga akan lahir Direksi yang amanah, bukan tanpa sebab dari hasil penelusuran kami (Pemuda Lira) beberapa tahun terakhir ini khusus PDAM dari segi pelayanan sangatlah buruk, pada musim penghujan seharusnya debit air berlimpah akan tetapi kenyataannya terkadang dalam sehari air tak mengalir, nanti tengah malam jam 12 barulah mengalir, dan saat mengalir kondisi airnya sangat keruh atau PDAM ganti profesi menjadi penjual Susu Coklat, sembari tertawa kecil Rusli mengatakan beberapa keunggulan PDAM.

“Selain distribusi air pada pelanggan terkadang mendistribusikan juga ANGIN/GAS, susu campur lumpur akan tetapi yang lebih miris ketika Ilyas Mantan Plt. PDAM dengan jemoah mengklaim pendapatan PDAM tahun 2014 senilai Rp. 6 Milyar (Radar Makassar 12/03/2015), sangat tidak sesuai dengan temuan teman-teman di Pemuda Lira yang di tahun 2014 saldo PDAM hanya sekitar 155 juta, dan kalaupun benar kayaknya pihak penegak hukum perlu menyelidiki karena terdapat selisih dari 6 Milyar dengan 155 juta”, ujarnya.

Lanjut, Rusli sangat menyayangkan tim lelang jabatan membuat regulasi yang tidak diatur pada Permen Dagri No. 2 Tahun 2007 dan Perda No. 1 Tahun 2011, sehingga 4 bakal calon Direksi masing-masing Andi Adi Siwa, Andi Nurjaya, Muh Juslan dan Andi Rahmat tersandung dikarenakan Ijazah mereka tidak mengantongi Akreditasi B sangatlah bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan ada upaya diskriminasi terhadap peserta yang ijazahnya berakreditasi lain.

Melihat dari dua aturan tersebut tidak ada satu ayat atau pasal yang menegaskan dalam menentukan Direksi wajib Ijazah S1 berakreditasi B yang ada mempunyai pendidikan Sarjana Strata 1 (S-1), jikalau sistemnya begini prosesnya terkesan sudah diatur dan apakah sudah jaminan kalau sudah punya ijazah berakreditasi B mutu pelayanan dan pendapatan perusahaan akan baik…? tahun kemarin saja mutu pelayanan dan pendapatan perusahaan dibawah angka memuaskan.

“Makassar saja tidak pakai aturan akreditasi B kenapa juga Bantaeng memproritaskan syarat yang tidak diatur dalam Peraturan Menteri dan Peraturan Daerah,” tandasnya.

Senada dengan salah satu calon Direksi PDAM Bantaeng Andi Nurjaya Yacob, dia menilai proses ini sangat tidak realistis dikarenakan syarat wajib mengantongi akreditasi B. “Dengan kata lain sudah menjadi persyaratan mutlak peserta wajib lulusan Universitas berakreditasi B sementara dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2007 itu tidaklah diatur,” ungkapnya.

Syarat akreditasi B juga sangat disayangkan Darwis ST legislator asal Partai PAN yang turut ambil bagian dalam tim Lelang jabatan Direksi PDAM, dengan tegas saya (Darwis ST) akan mempertanyakan kembali Kepada tim yang lain terkhusus pada Syamsul Suli,” tegasnya.  (Karca & Ib)

Iklan

Berikan Komentar Anda Tentang Berita Ini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s