Pasal untuk Menjerat Mucikari pemakai Jasa PSK

Amel Alvi Bantah AA Bukan Dirinya

Lewat akun Twitter-nya, @amelalvi28, Amel membanhtah bahwa perempuan berinisial AA yang ditangkap Polres Jakarta Selatan itu adalah dirinya. Menurut Amel, banyak artis yang berinisial AA dan bukan dirinya saja. “Semuanya, inisial AA itu bukan aku. Mungkin artis lain. Kan banyak yang inisialnya AA. Aku baik-baik saja,” cuit Amel.

Akun Twitter Amel Alvi

Akun Twitter Amel Alvi

Artis berinisal AA ditangkap Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan karena diduga terlibat prostitusi bertarif puluhan juta rupiah.

AA ditangkap di sebuah hotel di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, setelah bertransaksi dengan seorang pelanggan yang tidak diketahui identitasnya.

Sejumlah forum maupun situs jejaring sosial menyebut AA adalah Amelia Alviana atau yang dikenal dengan nama panggung Amel Alvi.

Amel merupakan dara kelahiran Sukabumi, 28 Juli 1992 berprofesi sebagai model dan pemain film Indonesia.

Berkat tubuhnya yang seksi, AA sering mendapat tawaran untuk berfoto seksi di beberapa majalah dewasa seperti FHM, MAXIM, ME, dan POPULAR.

aa

Namun, kabar tersebut dibantah oleh akun twitter @amelalvi28 yang diduga milik Amel Alvi.

“Semuanya inisial AA itu bukan aku mungkin artis lain kan banyak yang namanya inisial AA aku baik-baik aja,” tutur pemilik akun @amelalvi28.

Pasal untuk Menjerat Mucikari pemakai  Jasa PSK

Mucikari

Mucikari

Di dalam ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”), tidak ada pasal yang dapat digunakan untuk menjerat pengguna PSK maupun PSK itu sendiri. Ketentuan KUHP hanya dapat digunakan untuk menjerat penyedia PSK/Mucikari/germo berdasarkan ketentuan Pasal 296 . Pasal 506 KUHP:

Pasal 296

Barang siapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbuatan cabul oleh orang lain dengan orang lain, dan menjadikannya sebagai pencarian atau kebiasaan, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah.

Pasal 506

Barang siapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencarian, diancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun.

 

Lantas, apakah para pengguna PSK tidak bisa dijerat hukum? Walaupun di dalam ketentuan KUHP tidak dapat diterapkan, namun di dalam peraturan lain terdapat sanksi untuk pengguna PSK. Contoh peraturan yang dapat menjerat pengguna PSK misalnya Pasal 42 ayat (2) Perda DKI Jakarta No. 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (“Perda DKI 8/2007”).

Pasal 42 ayat (2) Perda DKI 8/2007:

Setiap orang dilarang:

  1. menyuruh, memfasilitasi, membujuk, memaksa orang lain untuk menjadi penjaja seks komersial;
  2. menjadi penjaja seks komersial;
  3. memakai jasa penjaja seks komersial.

Orang yang melanggar ketentuan ini dikenakan ancaman pidana kurungan paling singkat 20 hari dan paling lama 90 hari atau denda paling sedikit Rp. 500.000 dan paling banyak Rp. 30 juta (Pasal 61 ayat [2] Perda DKI 8/2007).

Contoh lainnya yatu Pasal 2 ayat (2) Perda Kota Tangerang No. 8 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pelacuran (“Perda Kota Tangerang 8/2005”) yang melarang siapapun di dalam wilayah Kota Tangerang untuk melakukan perbuatan pelacuran. Pengertian pelacuran dalam Perda ini dijelaskan di dalamPasal 1 angka 4 Perda Kota Tangerang 8/2005 yaitu hubungan seksual di luar pernikahan yang dilakukan oleh pria atau wanita, baik di tempat berupa Hotel, Restoran, tempat hiburan atau lokasi pelacuran ataupun tempat-tempat lain di Daerah (Kota Tangerang) dengan tujuan mendapatkan imbalan jasa.

Orang yang melakukan perbuatan pelacuran di wilayah Kota Tangerang diancam kurungan paling lama 3 bulan atau denda setinggi-tingginya Rp15.000.000 (Pasal 9 ayat [1] Perda 8/2005).

Jadi, ketentuan KUHP hanya dapat digunakan untuk menjerat germo. Pasal yang dapat digunakan untuk menjerat pemakai/pengguna PSK diatur dalam Peraturan Daerah masing-masing. (*)

 

Iklan

Berikan Komentar Anda Tentang Berita Ini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s