Dua Tersangka Korupsi Di Universitas Negeri Bangka Belitung Dijebloskan Ke Penjara

suhu 1SUHU Indonesia, Pangkal Pinang – Bangka. M Tanggung (51) dan Edi Waluyotadi sore, Kamis (5/2/15) digiring masu kmobil operasional penyidik Pidsus Kejati Babel guna dilimpahkan tahap II ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungailiat kabupaten Bangka danuntuk selanjutnya dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bukit Semut,Sungailiat Kabupaten Bangka,Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Kedua orang M Tanggung adalah dosen Universitas Negeri Bangka Belitung (UBB) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek pengadaan alat-alat laboratorium pada tahun anggaran (TA) 2011 sedangkan Ir Edi Waluyo adalah direktur CV Tesar sebagai pelaksana pada proyek tersebut. Perkara keduanya ditangani oleh penyidik Tipikor Polda Babel,namun,dalam rangka P21 pelimpahan tahap II ke Kejari Sungailiat keduanya dinyatakan dilakukan penahanan dan,sebelumnya pemeriksaan tersangka serta barang bukti di gedung Pidsus Kejati Babel. Diketahui oleh penyidik Polda Babel keduanya tidak dilakukan penahanan akan tetapi setelah pelimpahan P21, Jaksa melakukan penahanan terhadap keduanya

Pantauan wartawan Suhu Indonesia, dua orang tersangka itu diperiksa sejak pagi hingga sore usai sholat Ashar. Sekitar pukul 14 WIB dan selanjutnya paratersangka digiring ke mobil operasional Pidsus kejati guna dilimpahkan ke Kejari Sungailiat dan untuk selanjutnya kelapas Bukit Semut “Mereka kita tahan dan selanjutnya kita serahkan kepada Kejaksaan Negeri Sungailiat karena perkara ini masuk wilayah hukum Bangka.Selanjutnya pihak Kejari yang melakukan penahanannya,” kata Asisten Tindak Pidana khusus Arief syah Mulya Siregar SH.MH

Dalam perkara ini jaksa penuntut menyatakan telah terjadi perbuatan melawan hukum yang manadari audit BPKP perbuatan para tersangka telah merugikan negara senilai Rp.87.573.900 dari nilai proyekRp 1.170.156.000 tahun 2011. Arif katakan perbuatan tersangka pemborong, EdiWaluyo dalam korupsi in i hanya memenuhi 90 item barang/peralatan laboratorium dari yang seharusnya 114 item. Sementara tersangka M Tanggung sudah melakukan pencairan dana secara penuh alias 100 persen.

“Berdasar dokumen yang sudah dilakukan penyitaan oleh penyidik walau dana sudah 100 persen cair tetapi kenyataanya 24 jenis barang sesuai kontrak tidak terpenuhi. Pencairan itu sendir idilakukan PPK melalui pejabat pembuat surat perintah membayar, yang oleh PPK dianggap sudah lengkap padahal belum,” ungkap Arif.

Dari penghitungan audit badan pemeriksa keuangan dan pembangunan Bangka Belitung ditemukan adanya kerugian negara dalam proyek ini senilai Rp.87.573.900. Tidak hanya itu juga, penyidik berhasil menyita barang bukti (BB) uang senilai Rp 120.352.400.

Jaksa penuntut menjerat para tersangka dengan pasal 2 ayat (1) UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Dalam penahanan para tersangka di dampingi oleh 2 pengacara masing-masing Marah,Ruslidan Taufik….(Hadifirmansyah)

Iklan

Berikan Komentar Anda Tentang Berita Ini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s